Badan Gendut Selalu Dibully? IYA!

Aku punya temen deket. Yg tiap saat nyuruh aku diet. Tiap aku ultah selalau di ucapin “smga cepet langsing, jgn banyak makan”. Ya bagus sih di doa in gtu. Tapi kn gak smua org gendut itu bnyak makan, aku makan 1 hri 1x, bkn krn diet atau apa, krn aku mmg susah makan, aku lebih seneng minum air putih dn makan cemilan. Sekalinya aku makan di dpn mreka dgn porsi yg sedikit, mreka heran dn blg “kamh diet ya?”. Ntar aku makan dgn porsi banyak krn seharian gak makan, mreka blg “iiih kurangin ih makan kamu, diet iih kamu, kamu tu udh gede bgt, dulu badan kamu tu gak segede ini”. Kadang sangkin kesel nya lgsung aku jwb “Kenapa sih nyuruh2 diet? Aku aja nyaman dgn kondisi aku! knpa klian yg heboh? Aku makan dn ngegede in badan jga gak pake uang kalian! Yg gendut jga aku bukan kalian!” Hhuuuuh kesel kesel

To My Mind

SAMSUNG CAMERA PICTURES ceritanya muka sedih karena fotonya blurrr.

Semua wanita gendut pasti pernah merasakan di-bully. Entah secara verbal maupun non verbal. Aku sendiri sudah kenyang sama yang namanya bullying. Dari yang selalu nangis kalau dikatain, lama-lama aku diemin, sampai aku keluar kata-kata kasar kalau memang yang nge-bully sudah keterlaluan.

Banyak juga followersku di Instagram bertanya,

“kak kenapa sih cewek gendut selalu di-bully? Emang kita salah apa sih kak, mereka sampai segitunya banget sama kita”

Dan aku kembali berpikir. Betul sekali. Apa salah kami sampai kalian membenci kami bahkan selalu keluar kata-kata yang kurang menyenangkan hati saat melihat tubuh kami.

Sad but true, punya tubuh gendut pasti selalu jadi bahan bully-an. Contohnya, saat sekolah dan pas mata pelajaran olahraga, waktu itu aku ingat banget lagi mau tes fleksibilitas tubuh seperti jungkir balik depan-belakang dan kayang.

Sebelnya, aku enggak bisa lakukan itu. Langsung anak-anak cowo di kelasku bilang ‘keberatan badan sih’…

Lihat pos aslinya 678 kata lagi

Iklan

Analisis Urban Heat Island, Studi Kasus Kabupaten Aceh Singkil

Urban Heat Island atau UHI merupakan fenomena dimana suhu udara perkotaan yang padat bangunan lebih tinggi daripada suhu udara terbuka di sekitarnya, baik di desa maupun pinggiran kota. Daerah perkotaan umumnya memiliki suhu lebih tinggi 1 – 6 derajat celcius dibandingkan daerah sekitarnya. Fenomena ini pertama kali ditemukan oleh seorang ahli meteorologi bernama Luke Howard pada tahun 1818. Untuk melihat perbedaan temperatur udara pada suatu wilayah agar dapat dianalisis wilayah mana yang merupakan perkotaan berdasarkan suhu maka dapat menggunakan software ArcGis, dimana dta yang digunakan ialah peta citra wilayah Landsat 8. Dalam citra Landsat 8 ini terdapat band untuk melihat kondisi suhu udara yaitu band 10 dan band 11.
Kalibrasi Radiometrik  merupakan langkah pertama yang harus dilakukan saat kita mengolah data citra satelit. Tujuan utama dari Kalibrasi radiometrik ini adalah untuk mengubah data pada citra yang (pada umumnya) disimpan dalam bentuk Digital Number (DN) menjadi radiance dan/atau reflectance, bisa juga ke brightness temperature (untuk kanal Termal Infra Red). Untuk memulai analisi UHI ini kita dapat menggunakan rumus sebagai berikut :
  • Konversi DN  ke  TOA Radiance(catatan: TOA = Top of atmosphere)Rumus yang digunakan untuk mengubah DN ke radiance (L) adalah sebagai berikut: = MLQcal + ALdimana :Lλ = TOA spectral radiance (Watts/( m2 * srad * μm))ML  = Band-specific multiplicative rescaling factor from the metadata         (RADIANCE_MULT_BAND_x, where x is the band number)AL        = Band-specific additive rescaling factor from the metadata (RADIANCE_ADD_BAND_x, where x is the band number)Qcal = Quantized and calibrated standard product pixel values (DN)
Radiance rescaling factors  di atas bisa ditemukan di file metadata (yang selalu menyertai setiap data citra satelit)
  • Mengubah Digital Number ke brightness temperatureT=K2/{ln(k1/Lλ +1)}dimana :T       = At-satellite brightness temperature (K)Lλ      = TOA spectral radiance (Watts/( m2 * srad * μm))K1     = Band-specific thermal conversion constant from the metadata (K1_CONSTANT_BAND_x, where x is the band number, 10 or 11)K2      = Band-specific thermal conversion constant from the metadata (K2_CONSTANT_BAND_x, where x is the band number, 10 or 11)
Data yang diperlukan juga ada di metadata, contohnya sebagai berikut :
GROUP = TIRS_THERMAL_CONSTANTS
K1_CONSTANT_BAND_10 = 774.89
K1_CONSTANT_BAND_11 = 480.89
K2_CONSTANT_BAND_10 = 1321.08
K2_CONSTANT_BAND_11 = 1201.14
END_GROUP = TIRS_THERMAL_CONSTANTS
Brightness Temperature (T) bukanlah suhu di permukaan bumi. Untuk mendapatkan suhu tersebut, T harus diubah ke Surface Temperature dengan memanfaatkan data Emmisivity (yang diturunkan dari data NDVI)
Tahapan Analisis Urban Heat Island menggunakan Arcgis :
  1. Add data citra yang akan dianalisis yaitu band 10 dan band 11

add data

2. Data citra yang akan diolah ialah seperti pada gambar 2 yang merupakan citra Kabupaten Aceh Singkil

petama

Gambar 2 Hasil Add Data Citra yang akan di olah
  1. Untuk mempermudah analisis, maka citra dapat di sesuaikan dengan posisi dan dopotong sesuai batas administrasi wilayah, dengan menggunakan tool pada toolbox yaitu Extract by Mask (Toolbox -> Spatial Analyst Tools -> Extraction -> Extract by Mask), akan ada kotak dialog seperti pada Gambar 3, drag data citra (Input Raster) dan shp batas administrasi wilayah (feature mask data), lalu save pada file yang diinginkan, tunggu pengolaha selesi. Maka hasil mask data seperti pada Gambar 4.

    kedua

Gambar 3 Proses Mask Data

ketigaGambar 4 Hasil Mask Data (Pixel Value)
  1. Tahap analisis bagian pertama menggunakan rumus, (analisis dilakukan pada citra band 10 terlenih dahulu)
    Lλ = MLQcal + AL
  • Buka Arctoolbox lalu cari tools times dan plus
    (Arctoolbox -> Spatial analyst tools -> Math -> Times untuk kali, plus untuk penjumlahan, minus untuk pengurangan, divide untuk pembagian, dan ln)

    toolbox

tool yg digunakan

Tahap 1

Tahapan perhitungan nilai Lλ
  • Nilai Radiance Multy Band dan Radiance add band diperoleh dari file metadata yang ada pada file citra

    keempat

    Gambar 5 Proses membuka File Metadata (MTL)

    5

  1. Setelah analisis pertama beres lalu lanjut menggunakan rumus selanjutnya yaitu,
    T=K2/{ln(k1/Lλ +1)}
Proses yang dilewati sama seperti pada rumus pertama namun menggunakan tools divide yaitu pembagian dan tools Ln. Hasil dari proses analisis pada rumus pertama digunakan pada tahapan rumus kedua.

Tahap 2

Tahapan perhitungan nilai T

7

  1. Temperature yang didapat berbentuk kelvin, lalu diubah ke celcius dengan menggunakan rumus berikut :

    TC (temperature celcius) = TK (temperature kelvin) – 273

  2. Setelah analisis pada citra band 10 selesai, selanjutnya analisis citra band 11 dengan mengulang tahap yang sama (tahap 4 hingga tahap 6).
  3. Didapat hasil satelit brightness temperature dari band 10 dan 11
  4. Rata – rata hasil analisis menggunakan tools cell statistic pada arctoolbox. Input 2 data hasil analisis yitu hasil analisis band 10 dan band 11, lalu save data.

    8

10. Hasil analisis akan menunjukan tingkatan temperature disekitar wilayah studi, dimana temperature tinggi merupaka wilayah perkotaan dan pada temperature rendah merupakan pulau-pulau kecil di kabuaten Aceh Singkil.

9

Gambar 6 Hasil Analisis UHI

Daftar Pustaka

Mutiara, 2017. “Analisis Urban Heat Island, studi kasus Kabupaten Purwakarta“. Diunduh dalam http://mutiarar18.blogspot.co.id/. Pada 13 Mei 2017.

Jaelani, L.M. 2013. “Mengubah Digital Number ke Radiance atau Reflectance”. Diunduh dalam http://lmjaelani.com/2013/12/kalibrasi-radiometrik-mengubah-digital-number-dn-ke-radiance-danatau-reflectance/. Pada 12 Mei 2017.